Kamis, 14 Desember 2017

Melatih Si Kecil Mandi Sendiri (8)

Day 15

Kamis, 14 Desember 2017


Sesuai dengan rencana kami kemarin, hari ini Zee masih harus belajar untuk mandi sendiri. Genap delapan hari sudah si kecil aktif dan moody ini berlatih mandiri. Mirip seperti yang terjadi kemarin, hari ini Zee terus mengelak ketika Mami hendak mengajaknya mandi pagi. Zee berlari keliling rumah sambil bercanda. Mami membujuknya untuk mengambilkan gayung hijau favoritnya, handuk baru bergambar teddy bear serta botol shampo mainannya, namun itu semua tidak berhasil.

“Dek, Mami ambilkan keranjang mau?” Tiba-tiba Mami punya ide untuk membawanya mandi sambil bermain keranjang plastik mainannya.

“Kita mandi sambil main keranjang, ntar kita isi air ya,” lanjut Mami saat melihat Zee hanya terdiam, tampak sedang berpikir.

“Kita buat air mancur mau?” kata Mami lagi.

“Air mancur mau,” jawab Zee. Mami menyuruh Zee menunggu di belakang, sementara Mami masuk ke dalam kamar mengambilkan keranjang.

“Yuk, Dek kita buka bajunya. Dedek buka sendiri bisa?” tanya Mami begitu selesai memberikan keranjang kepada Zee. Ia justru berputar-putar sambil berpose membawa keranjang dan langsung meringis saat melihat Mami menjepretnya.

“Mami aja bukakan bajunya,” kata Zee.

“Eh, kok gitu? Dedek kan sudah besar. Bisa buka sendiri dong. Sini Mami bantu buka lengannya,” sahut Mami.

“Nah, udah nih. Sekarang Dedek tarik ke atas ya bajunya,” lanjut Mami begitu selesai melepas lengan baju si bocah.

“Nggak mau. Mami aja,” ucap Zee. Mami menghela napas, mencoba bersabar.

“Ya udah, biar Mami yang tarik. Dedek bantu ya.” Mami mencoba cara lain. Dan ternyata berhasil. Zee mau membantu Mami melepas baju.

“Biar Dedek taruh baju kotornya,” tawar Zee. Mami tersenyum.

“Oke deh. Terima kasih,” jawab Mami. Zee balas tersenyum. Ia lalu melihat peralatan mandinya.

“Biar Mami yang bantu bawakan ya, Dek. Nanti kalau udah selesai mandi baru Dedek yang bawa,” kata Mami. Zee mengangguk-angguk.

Aktivitas mandinya berjalan seperti biasa. Zee sesekali membantu menggosok badan dan kaki. Ia juga menggosok rambut ketika Mami menuangkan shampo ke atasnya.

“Biar Dedek bawa, Mi.” Rupanya Zee mengingat janji Mami yang mengizinkannya membawa peralatan mandinya sendiri setelah aktivitas selesai. Baiklah, Mami harus menepati janji. Zee berjalan ke arah gudang sambil memegang ember kecil berisi sabun, shampo, dan lainnya dengan kedua tangan mungilnya.

“Ni, Mi. Mami taruhkan,” kata Zee begitu sampai di bawah rak kayu tinggi tempat biasa kami menyimpan peralatan mandi.

“Oke deh. Terima kasih ya, Dek sudah bantu Mami bawa sabunnya sendiri. Anak Mami pintar,” puji Mami, membuat Zee tersenyum lebar dan hampir meringis.

Alhamdulillah hari ini Zee kembali mau diajak belajar mandi sendiri lagi, tidak seperti kemarin. Baiklah, kalau begitu besok kita bisa buat goal baru ya, Anak cantik. Apa ya buat besok?

Lihat aja besok ya, teman-teman. See you all.

Pancar Matahari Family

Rabu, 13 Desember 2017

Melatih Si Kecil Mandi Sendiri (7)

Day 14

Rabu, 13 Desember 2017



Hari ini genap seminggu Zee belajar mandi sendiri. Selama enam hari berturut-turut, ia menunjukkan kemauannya yang kuat untuk belajar mandiri. Namun berbeda halnya dengan hari ini. Mulai bangun tidur, Mami sudah mengajak Zee mandi. Namun hingga satu jam lebih usaha Mami belum membuahkan hasil. Zee merengek, menolak untuk dibawa mandi. Bahkan saat Papinya hendak berangkat kerja, ia menempel terus karena menghindari Mami.

Setelah melakukan berbagai upaya, akhirnya Mami berhasil membujuk si bocah untuk masuk ke dalam kamar mandi. Dan akibatnya, hari ini Zee menunjukkan sifat manjanya secara penuh. Ia enggan membuka baju sendiri, menolak ketika Mami meminta tolong kepadanya untuk meletakkan baju kotor pada tempatnya, bahkan ia yang kemarin-kemarin sangat antusias membawa handuk dan peralatan mandinya sendiri, kali ini tidak mau melakukannya sama sekali.

Hari ini kami gagal melatih kemandirian si bocah dua tahun ini. Namun kami maklum, karena usianya yang masih kecil itu pasti memengaruhi sifatnya yang masih labil. Tak mengapa, masih ada esok hari. Kami hanya perlu terus mencoba membiasakan Zee untuk mandiri dalam segala hal.

Berkaca pada kegagalan hari ini, rencana Mami yang ingin memulai materi latihan baru setelah seminggu berkutat mengajari Zee mandi sendiri, terpaksa harus diubah. Sepertinya si bocah masih harus dilatih untuk belajar mandi sendiri besok pagi.

Keep spirit ya, Zee. Mami yakin kamu pasti bisa. Tak mengapa gagal sekali, masih ada banyak waktu kok, Nak.

Pancar Matahari Family

Selasa, 12 Desember 2017

Melatih Si Kecil Mandi Sendiri (6)

Day 13

Selasa, 12 Desember 2017



Di hari keenam belajar mandi sendiri, Zee mulai susah diajak kompromi. Ia enggan diajak membuka baju dan celana sendiri dan meminta Mami membukakan pakaiannya. Meskipun begitu, saat harus meletakkan baju kotor pada tempatnya, ia tetap melakukannya dengan senang hati tanpa perlu dipaksa. Begitu pula saat akan masuk ke dalam kamar mandi, Zee berjalan ke artah gudang tempat peralatan mandinya disimpan. Begitu Mami mengatakan kepadanya bahwa semua peralatan mandinya sudah Mami letakkan di dalam kamar mandi, Zee langsung masuk ke dalan sendiri.

Pada saat mandi, ia yang biasanya hanya bisa menggosok badan, hari ini mulai berinisiatif membungkuk dan menggosok kakinya sendiri. Ia juga meminta Mami mengambilkan sikat gigi lengkap dengan pasta giginya.

Selesai mandi dan memakai baju, Mami mulai lagi melatihnya hal yang baru.

“Dek, kalau udah selesai mandi, kita jemur handuknya dulu di belakang. Dedek mau bawa handuknya sendiri?” tanya Mami.

“Nggak mau, Mi. Dedek mau nonton film kartun,” jawab Zee. Mami mengikutinya hingga keluar kamar. Rupanya si bocah ini langsung menghidupkan televisi sendiri. Kalau sudah begini, kata-kata tidak akan berpengaruh banyak terhadap Zee. Sambil tertawa, Mami menyampirkan handuk di pundak Zee.

“Dek, lihat handuk Dedek tu. Hadap sini biar Mami fotokan,” pancing Mami. Zee langsung menoleh. Dan lihat saja apa yang ia perbuat dengan lehernya.

“Yuk kita antar handuknya dulu ke belakang. Abis itu baru deh nonton film kartun,” ajak Mami. Zee tidak menjawab. Namun saat Mami menuntunnya dengan posisi handuk masih tersampir di pundak, ia tidak menolak.

Alhamdulillah. Meskipun sesekali masih menunjukkan sisi manjanya, namun sikap mandiri Zee di usianya yang baru dua tahun ini patut diapresiasi. Tetap semangat ya, Zee. Besok hari terakhir kita belajar mandi sendiri. Setelah itu kita akan belajar hal baru lagi.

Sampai ketemu besok ya teman-teman Zee.

Pancar Matahari Family

Senin, 11 Desember 2017

Melatih Si Kecil Mandi Sendiri (5)

Day 12

Senin, 11 Desember 2017



Masuk hari kelima melatih Zee mandi sendiri ini tidak lagi mempan menggunakan iming-iming gayung dan handuk baru. Mami yang awalnya mencoba membujuknya untuk mengambilkan handuk baru justru membuat si bocah memekik karena menolak untuk diajak mandi. Akhirnya tanpa berbicara lagi, Mami langsung mengambil handuk dan meletakkannya di kepala Zee. Lihatlah apa yang ia perbuat dengan handuknya. Bukannya langsung menuju kamar mandi, Zee justru berputar-putar sambil menari.

“Dek, ayo mandi. Kan Dedek udah pegang handuknya. Sini Mami bantu buka bajunya,” ucap Mami.

“Mami ajalah yang bukakan bajunya,” sahut Zee sambil mengangkat kedua tangan.

“Lho, Dedek kan sudah besar, buka sendiri dong bajunya,” ingat Mami. Zee menolak sembari berteriak.

“Nggak mau. Mami aja bukakan!” pekik Zee. Agar cepat, Mami mengalah dan mencoba trik lain.

“Ya udah, sini Mami bantu bukakan,” kata Mami lalu membantu Zee membuka baju.

“Sekarang kita buka celananya,” lanjut Mami setelah selesai membuka baju Zee.

“Nggak bisa! Nggak bisa!” teriak Zee saat mencoba menarik ke bawah bagian belakang celananya.

“Udah nih. Angkat kaki Dedek,” kata Mami. Zee menurutinya lalu langsung meletakkan baju kotor pada tempatnya.

“Mi, ambil sabunnya kita lagi,” ucap Zee sambil berjalan ke arah gudang tempat menyimpan peralatan mandinya. Mami mengikuti permintaannya.

“Biar Dedek yang bawa sabunnya,” lanjut Zee begitu melihat Mami sudah mengambil ber kecil berisi sabun, shampo, dan mainannya untuk mandi. Mami membiarkan Zee melakukan apa yang diinginkannya.

Pada dasarnya, ketika kita membiasakan anak untuk melakukan segala sesuatunya sendiri, ia akan selalu meminta untuk belajar mandiri tanpa kita perlu lagi memaksa. Zee bahkan meminta untuk mengembalikan peralatan mandinya sendiri dan harus ia yang memegang embernya sendiri sampai ke gudang.

Semoga selalu seperti itu kamu ya, Zee. Semangat, sampai jumpa esok pagi.

Pancar Matahari Family

Minggu, 10 Desember 2017

Melatih Si Kecil Mandi Sendiri (4)

Day 11

Minggu, 10 Desember 2017


Di hari keempat melatih Zee mandi sendiri, Mami mendapatkan pelajaran baru darinya. Ternyata selama ini, Mami terlalu berpikir rumit dan melupakan sesuatu yang sangat sederhana dalam melatih Zee mandi sendiri.

Cerita bermula dari si bocah yang menolak untuk diajak mandi, padahal hari sudah beranjak siang. Jika sebelumnya Mami menawarkan kepadanya untuk membawa gayung hijau sambil mandi, rupanya trik ini tidak mempan lagi diterapkan. Lalu teringatlah Mami akan handuk baru yang beberapa hari lalu kami beli.

“Dek, Mami ambilkan handuk baru ya. Kita mandi pakai handuk baru,” kata Mami. Zee yang tengah berlari langsung menghentikan aksinya. Ia berpikir sejenak sambil menatap Mami.

“Handuk baru. Mami ambilkan handuk baru.” Zee berkata cepat sambil mendekat ke arah Mami.

“Iya biar Mami ambilkan. Dedek tunggu sini ya,” ucap Mami lalu berjalan ke dalam rumah untuk mengambil handuk baru.

“Dek, ini handuknya. Yuk mandi yuk,” ucap Mami lagi sambil kembali membawa handuk bergambar boneka.

“Sini, sini. Dedek bawa sendiri handuk barunya,” kata Zee setelah berhenti tertawa karena melihat Mami datang dengan handuk di tangan kanan.

“Dedek bawa sendiri, Mi. Dedek bisa,” lanjut Zee. Mami terdiam sebentar. Selama ini, karena fokus melatih Zee untuk membuka baju dan mandi sendiri, Mami melupakan step mengajarkan ia untuk membawa peralatan mandinya sendiri. Akhirnya Mami menyerahkan handuk kepada Zee, lalu mengajaknya masuk ke dalam kamar mandi.

Saat Mami membantu Zee untuk membuka baju, ia menolak, dan meminta Mami membukakan baju dan celananya. Baiklah, tak apa. Kali ini si kecil belajar mandiri dalam hal yang lain. Step membuka baju hari ini tidak masalah ia lewatkan. Begitu selesai Mami membuka baju Zee, ia tetap melakukan tugasnya, yaitu menaruh baju kotor di tempatnya. Saat mandi pun Zee minta belajar menyiram badan pakai gayung serta menggosok bagian tubuhnya saat Mami mengoleskan sabun cair. Ia bahkan menggosok giginya sendiri dan tidak mau dibantu.

Hari ini kamu tidak gagal kok, Zee. Kamu justru mengajarkan Mami tentang kesederhanaan dalam berpikir, dan melatih kemandirian bisa diterapkan untuk hal-hal yang terlihat sederhana. Tetap semangat, Zee. Besok kita masih harus belajar lagi.

Pancar Matahari Family

Sabtu, 09 Desember 2017

Melatih Si Kecil Mandi Sendiri (3)

Day 10

Sabtu, 9 Desember 2017



Hari ini merupakan hari ketiga bagi Zee untuk belajar mandi sendiri. Karena cuaca mendung sejak pagi, Zee enggan diajak mandi. Ia lebih memilih bermain dan berlari di dalam dan belakang rumah. Setelah Mami menyelesaikan urusan dapur dan mengambilkan sarapan pagi buat Zee, dengan tegas Mami mengajak Zee mandi.

“Dek, mandi yuk. Udah siang ni,” ucap Mami.

“Nggak mau, Mi,” tolak Zee sambil berlari memutari besi tempat antena berada.

“Mami mau ambil gayung hijau lah buat mandi,” kata Mami, sengaja menekankan kata gayung, karena biasanya Zee akan terpancing. Ternyata benar. Ia langsung menuju ke depan pintu kamar mandi.

“Dedek buka baju, Mi,” ucap Zee.

“Tunggu bentar. Nanti Mami bantu. Mami ambil gayungnya dulu di dalam ya,” balas Mami sambil berlalu masuk ke dalam rumah untuk mengambil gayung sesuai janji yang dibuat dengan Zee.

“Dek, ini gayungnya. Dedek bisa buka bajunya sendiri?” tanya Mami. Tanpa menjawab, Zee langsung bergerak, berusaha mengeluarkan tangan kanannya dari lubang lengan baju.

“Mami lah bukakan,” pinta Zee setelah beberapa kali mencoba, kesusahan, dan tetap tidak berhasil membuka baju.

“Angkat tangannya ke atas,” kata Zee. Ia melepas gayung yang semula berada dalam genggaman tangan kanannya. Setelah tangan kanannya berhasil lolos dari lubang lengan baju, ia melakukan hal yang sama dengan tangan kirinya.

“Nah, sekarang Dedek angkat bajunya sendiri ya. Tarik ke atas sampai melewati kepala.” Mami memberikan petunjuk kepada Zee yang langsung dipraktikkan langsung oleh si bocah, dan berhasil.

“Horee! Pintar buka baju sendiri Dedeknya,” puji Mami. Zee tersenyum lebar.

“Sekarang celana lagi,” kata Zee sambil berusaha menurunkan celana bagian depan. Ia sedikit membungkuk, namun karena tidak menurunkan bagian belakang juga, ia kesusahan menarik celana yang sudah setengah terbuka ke bawah. Mami menawarkan bantuan dan setelah celana sampai ke lutut, Zee mengangkat kaki kanan dan kirinya secara bergantian hingga kedua kakinya keluar dari dalam lubang celana.

“Sekarang letak baju kotornya ya,” ucap Mami. Zee tidak membantah dan langsung berjalan ke arah tempat baju kotor dan meletakkan bajunya di sana. Ah, betapa beruntungnya Mami, Nak memilikimu. Batin Mami.

“Yuk masuk ke dalam kamar mandi yuk. Bawa gayung Dedek,” ajak Mami.

“Tutup matanya, Dek,” kata Mami sembari menyiramkan air ke badan Zee.

“Mi, isi air gayung Dedek, Mi,” pinta Zee sambil menengadahkan gayung hijaunya ke arah Mami.

“Udah. Sekarang siram badan Dedek ya,” ucap Mami. Zee mengangkat gayung dan berusaha menyiramkan air ke badan bagian depan. Namun karena tangkai gayungnya panjang, ia kesusahan dan jadinya air di dalam gayung terbuang begitu saja ke lantai.

“Sini, Mami tukar gayungnya,” lanjut Mami sambil menyerahkan gayung warna merah dengan tangkai yang lebih pendek kepada Zee. Ia menerima dengan girang.

“Nah, gini caranya Dedek siram badan ya,” ajar Mami sambil membantu tangan Zee bergerak, menyiramkan air dalam gayung ke bagian tangannya yang bebas. Ia tertawa senang.

“Lagi, Mi,” pinta Zee. Mami beberapa kali mengisi air ke dalam gayung dan membiarkan si bocah puas belajar menyiram badannya sendiri. Meskipun masih belum sepenuhnya mengenai bagian badan yang seharusnya dibasahkan, namun ia sudah berusaha maksimal.

Keep your spirit, little child. Tomorrow we'll learn again.

Pancar Matahari Family

Jumat, 08 Desember 2017

Melatih Si Kecil Mandi Sendiri (2)

Day 9

Jumat, 8 Desember 2017



Ini hari kedua Mami melatih si bocah dua tahun ini untuk membuka baju dan mandi sendiri. Seperti kemarin, kali ini Zee terus mengelak saat Mami hendak mengajaknya mandi.

“Dek, mandi yuk,” ajak Mami.

“Nggak mau. Mami mandi sendiri aja,” jawab Zee sambil berlari di belakang rumah. Mami mengejar Zee hingga jadilah aksi kejar tangkap yang membuatnya terkikik-kikik.

“Yuklah, udah siang ni, Dek,”ulang Mami sambil menuntun Zee ke arah kamar mandi luar. Zee masih berusaha menghindar, namun akhirnya mengikuti Mami ke depan kamar mandi.

“Sini buka bajunya dulu. Dedek bisa buka sendiri?” tanya Mami. Si kecil tidak menjawab namun langsung menggerakkan tangan, berusaha menarik celananya ke bawah.

“Dedek bisa?” Mami melihat Zee kesusahan menarik celana ke bawah dan memancingnya kalau-kalau ia memerlukan bantuan.

“Ini apa ni? Apa ni?” pekik Zee. Ia benar-benar kesulitan melepas celana.

“Sini pegang tangan Mami,” ucap Mami. Zee menurut dan memegang kedua pundak Mami.

“Angkat kakinya, Dek,” lanjut Mami. Zee mengangkat kaki kanan dan menariknya hingga keluar dari celana. Hal yang sama ia lakukan dengan kaki kirinya.

“Sekarang kita buka bajunya ya,” tawar Mami.

“Angkat tangannya, Dek,” kata Mami mengajarkan cara melepas baju kepada Zee. Ia mengangkat kedua tangan hingga terlepas dari lubang lengan. Dan dengan sendirinya Zee menarik baju hingga melewati kepala.

“Sekarang kita mandi ya.” Mami mengarahkan Zee untuk mengambil gayung hijaunya. Ia langsung mengambil air dari dalam ember bulat besar.

“Dek, kalau mandi itu disiram badan, tangan, dan kakinya ya,” kata Mami saat melihat Zee hanya mengambil air menggunakan gayung dan membuangnya ke lantai.

“Gini caranya,” tunjuk Mami disertai contoh. Zee mencoba mengikuti meskipun masih kesusahan. Tak apa kok, Zee. Besok kita coba lagi ya. Mami yakin nanti pasti Zee bisa mandi sendiri.

Pancar Matahari Family

Mau Baca Buku? Install iPusnas Yuk!

Selasa, 13 November 2018 Day 1 Membaca buku merupakan salah satu aktivitas yang patut dibiasakan oleh orang tua terhadap anak-a...