Selasa, 13 Februari 2018

Tulisan Rahasia Jeruk Nipis

Selasa, 13 Februari 2018



Day 13

Setelah hari keduabelas kemarin Zee melakukan eksperimen yang diselingi dengan melihat gambar di buku dan cerita-cerita dari mulut Mami, hari ini ia meminta hal yang sama. Karena kali ini kami berencana bermain dengan cahaya lilin, maka eksperimen dilakukan malam hari. Namun, bukan Zee namanya kalau tidak menagih janji sejak pagi.

“Mi, Dedek mau buku. Eksperimen kita yuk, Mi.” Begitu bangun tidur, Zee langsung meminta buku dan menagih janjinya.

“Nanti malam ya,” kata Mami.

“Dedek baca lah,” ucap Zee karena tidak dapat membujuk Mami untuk melakukan eksperimen.

“Ya udah, Dedek baca aja. Di samping ya, nanti Mami ke situ,” sahut Mami.

Lalu Zee sibuk membuka buku dan pura-pura seolah benar-benar mengerti huruf demi huruf yang terpampang di tiap halaman. Ketika menemukan gambar, Zee akan menceritakan gambar tersebut sesuai imajinasinya.

“Mi, bacakan, Mi. Mami bacakan bukunya,” kata Zee. Meskipun awalnya Mami sengaja membiarkan ia melatih gaya visual, rupanya si bocah ini butuh suara Mami. Ya, Zee memang suka melihat gambar atau bahan visual lainnya dengan dibarengi sesuatu yang berkenaan dengan auditory. Maka mengalirlah kalimat demi kalimat dari mulut Mami, bersamaan dengan mata Zee yang sibuk memindai gambar demi gambar di dalam buku.

Malam harinya, sesuai janji, kami melakukan eksperimen. Kali ini kami akan menulis sebuah kata menggunakan air perasan jeruk nipis di atas kertas. Setelah itu, kertas didekatkan ke lilin yang sudah menyala, agar tulisan yang semula tidak terlihat menjadi terlihat.

“Dedek yang tulis, Mi. Dedek bisa tulis,” pinta Zee saat Mami sudah menuliskan huruf demi huruf di atas kertas. Akhirnya Mami menyerahkan cotton bud kepada Zee, dan ia mulai ikut menggoreskan kapas kecil tersebut, mengikuti jejak yang sudah Mami buat sebelumnya.

“Mi, bukunya mana?” tanya Zee saat Mami menyalakan lilin sambil menunggu tulisan di atas kertas kering. Akhirnya Mami mengambilkan buku, dan langsung dibuka si kecil di dekat lilin yang sudah Mami nyalakan. Rupanya ia ingin melihat gambar sambil mendekatkan kertas ke arah lilin. Saat Mami melakukan gerakan untuk mendekatkan kertas, Zee meminta dirinya saja yang melakukannya.

“Mi, ini warna apa ini hurufnya ni? Ini apa bacanya?” Nah, rupanya si bocah sudah butuh rangsangan auditory. Akhirnya Mami menceritakan tentang teori eksperimen yang kami lakukan, sambil ia melihat tulisan dan gambar yang ada di dalam buku, juga tangan yang tidak berhenti bergerak di dekat lilin yang masih menyala. Rupanya hingga saat ini, kinestetik, visual, dan auditory masih setiap ia lakukan secara bersamaan dengan porsi yang sama besar.

Pancar Matahari Family

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau Baca Buku? Install iPusnas Yuk!

Selasa, 13 November 2018 Day 1 Membaca buku merupakan salah satu aktivitas yang patut dibiasakan oleh orang tua terhadap anak-a...